Sabtu, 11 Agustus 2018

Penjelasan Proses Terjadinya Hujan Meteor

Penjelasan Proses Terjadinya Hujan Meteor - Hujan meteor sendiri terjadi sebab bumi berpapasan dengan benda antariksa yang lewat dan debu batuan yang terbawa masuk ke dalam atmosfer bumi. Benda antariksa ini berpapasan dengan bumi sebab ia pun mengorbit ke matahari.


Nyaris seluruh debu komet ini berakhir terbakar dengan panas 1.650 derajat Celcius saat menginjak atmosfer. Momen saat debu-debu ini terbakarlah yang anda saksikan sebagai hujan meteor di Bumi.

Untuk debu meteor dengan ukuran agak besar bakal terbakar lebih lama dan nampak seperti suatu bola api diangkasa bahkan sampai diiringi dengan suara ledakan dari daratan.

"Hujan meteor diakibatkan karena bumi berpapasan dengan gugusan debu saldo komet yang pun mengorbit matahari," jelas Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Thomas Djamaluddin, Jumat (10/8).

Ia pun menjelaskan bahwa saat gugusan debu dari komet paling tidak sedikit terbakar secara bersamaan di atmosfer bumi, ketika itulah hujan meteor menjangkau puncaknya.

"Puncak kerapatan gugusan debu itu kadang tidak banyak berubah dampak dinamika orbitnya. Akibatnya puncak hujan meteor kadang tidak banyak berubah. Pergeseran puncaknya seringkali hanya sejumlah jam saja," ujarnya.

Terjadi rutin

Akibat gerak revolusi tersebut, maka tanggal perjumpaan bumi dengan benda-benda antariksa ini seringkali hampit tetap momennya masing-masing tahun.

Tapi dinamika orbit komet yang berpapasan dengan bumi, mengakibatkan puncak hujan meteor tiap tahunnya bisa berubah.

Nama hujan meteor sendiri diserahkan dari asal titik radian hujan meteor menurut rasi bintang tertentu. Sebagai misal hujan meteor Perseids didapat sebab meteor seakan-akan berasal dari arah rasi bintang Perseus.

Sekian artikel saya tentang Penjelasan Proses Terjadinya Hujan Meteor semoga artikel ini bisa bermanfaat.


EmoticonEmoticon