Jumat, 24 Agustus 2018

Xiaomi Kantongi Laba Rp30 Triliun Usai IPO

Xiaomi Kantongi Laba Rp30 Triliun Usai IPO - Tepat dua bulan usai melantai di bursa saham Hong Kong, Xiaomi pada Rabu (22/8) mencatatkan laba sebesar 14,6 miliar yuan (sekitar US$2,1 miliar) atau setara Rp30,5 triliun.


Revenue perusahaan asal China itu meningkat 68 persen dikomparasikan periode yang sama satu tahun sebelumnya sebesar 45,2 miliar yuan (sekitar US$6,6 miliar.)

Rival senegara Oppo dan Vivo itu melantai di bursa saham Hong Kong sesudah mengantongi valuasi sebesar US$4,7 miliar dan menjadi IPO terbesar di jagat teknologi sesudah Alibaba pada 2014 lalu.

Di samping dikenal sebagai perusahaan pembuat perlengkapan keras, Xiaomi terus berupaya menciptakan imej sebagai perusahaan internet. Mengingat, strategi perusahaan yang bukan sebatas jualan perlengkapan tapi pun menawarkan layanan seperti software pemutar musik dan video.

Namun, upaya Xiaomi itu masih terganjal pada melambannya perkembangan bisnis layanan internet. Xiaomi mengantongi revenue sebesar US$9,55 juta dari layanan internet. Sebagai pembanding, Apple mengantongi revenue US$9,55 miliar dari layanan internet dan peranti lunak pada kuartal lalu.

Demi menaikkan revenue, Xiaomi secara agresif terus mendorong adopsi layanannya ke pemakai di luar China. Meski faktanya, urusan itu menjadi kendala besar guna mengiming-imingi pemakai di luar Negeri Bambu.

"Kami tidak menyaksikan ada tidak sedikit pemakai ponsel Xiaomi yang mau memakai layanan mereka. Mengingat di luar China ada tidak sedikit pilihan," ungkap Kiranjeet Kaur, analis IDC seperti diadukan CNN.

Sejumlah analis pun menyebut Xiaomi mesti sukses membuat produk yang beragam, bukan sebatas ponsel. Meski tak dipungkiri andai ponsel menjadi produk sangat laris khususnya di India dan Asia Tenggara.

Sekian artikel saya tentang Xiaomi Kantongi Laba Rp30 Triliun Usai IPO semoga artikel ini bisa bermanfaat.


EmoticonEmoticon